Kualanamu (13/2) Bagi anda pegawai DJBC atau pengguna jasa yang pernah singgah di Kantor Bea Cukai Kualanamu mungkin mengetahui keberadaan taman mungil yang indah ini. Ataupun belum pernah ke Bea Cukai Kualanamu silahkan untuk datang sekedar menikmati atau akan mengadaptasinya. Taman hijau dengan luas tidak seberapa ini berlokasi diantara gedung-gedung utama Kantor Bea Cukai Kualanamu. Sederhana, namun memberikan kesan kreatif dan inovatif yang kuat apabila kita beristirahat sejenak di taman ini sekedar untuk melepaskan penat setelah menjalankan tugas. Sehingga tidak berlebihan dan mengherankan apabila taman ini menjadi sumber inspirasi dan meningkatkan motivasi para pegawai Bea Cukai Kualanamu dalam berkinerja memberikan yang terbaik bagi negeri.

Taman firdaus aurora yang menyegarkan ini terdiri dari tiga bagian utama: kolam ikan yang berisi ikan-ikan hias yang menenangkan, sangkar burung tempat burung-burung kicau yang suaranya menentramkan, dan rest area yang dilatar belakangi taman mural warna-warni yang menginspirasi. Inovasi dan kreativitas yang tinggi pada setiap bagian utama taman ini. Sangkar burung dibuat dengan memanfaatkan ruang kosong di kaki-kaki menara toren (tong air) yang acap kali orang tidak berpikiran untuk memanfaatkannya. Di taman aurora ini terdapat dua menara toren (tong) air yang disulap menjadi kandang burung kicau sehingga menambah kuatnya kesan taman firdaus aurora yang menenteramkan. Disangkar tersebut pegawai menyumbangkan burung-burung kicau nya untuk dilepas dan suranya dapat dinikmati seluruh pegawai yang beristirahat. Kreativitas dan gagasan terkait sangkar tersebut pernah dipuji oleh Mardiasmo, Wakil Menteri Keuangan sebagai ide yang brilian pada suatu kesempatannya singgah di Bea Cukai kualanamu.
Taman firdaus aurora yang mungil tersebut mampu menghadirkan inspirasi dan motivasi. Selain didominasi oleh tumbuh-tumbuhan hijau yang menyegarkan taman ini pun kaya akan warna. Adalah rest area yang dipenuhi mural warna-warni penuh nilai. Ya nilai-nilai Kementerian Keuangan. Mural tersebut lahir bukan karya para profesional mural, melainkan para pemuda harapan bea cukai dan bangsa dari PKN STAN yang sedang belajar (PKL) yang disela waktunya diakomodasi oleh Bagus, Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu untuk menuangkan kreativitas mereka secara positif membuat mural didinding rest area tersebut. Ada lima tema gambar dalam mural tersebut yang masing-masingnya menggambarkan nilai integritas, profesional, sinergi, dan kesempurnaan. Sejarah dan kisah pembuatan taman mural ini akan diceritakan dalam artikel yang berbeda. Setelah beberapa minggu pengerjaan terwujudlah rest area dengan latar belakang yang warna warni menginspirasi.

Dengan adanya taman aurora firdaus tersebut tercipta “work life balance” keselarasan antara pelaksanaan tugas negara dengan kehidupan para pegawainya. Dengan menghadirkan sekeping surga di Bea Cukai Kualanamu dalam bentuk taman firdaus aurora tersebut diharapkan para pegawai lebih produktif, bahagia, kreatif, dan dapat menjalin kerjasama antar pegawai untuk bea cukai yang makin baik dan Indonesia yang sejahtera. (rako)

